Eh sumpah ini kontroversial
banget lho.. Anda percaya kalau komisi agen asuransi katanya gede banget? Hehee,
saya percaya memang gede (walopun ga pake banget). Gara-gara niih komisi yang
katanya BESAR, banyak orang gak percaya kalo agen asuransi adalah profesi yang
lumayan mulia, cz dipikirnya agen cuma cari duit gede aja.-,,-‘
Saya selalu percaya hal-hal besar
baru akan kita dapatkan dengan usaha yang besar pula. Kalau Anda pikir jadi
agen asuransi yang komisinya besar ini mudah, why don’t just try it
then?hehee.. yupp, disamping karena memang tidak mudah mencari nasabah,
tanggung jawabnya juga besar sekali lho..(masa menabung nasabah rata-rata
10tahun,selama kurun waktu menabung, agen harus tetap “memantau” tabungan si
nasabah ini. Selain itu juga , karena polis asuransi adalah kontrak seumur
hidup, sewaktu-waktu agen harus selalu siap ketika nasabah membutuhkan pertolongan.
Seumur hidup nasabah itu dong..=0)
Waktu awal-awal saya memutuskan
untuk gabung, saya bisa dibilang agak galau juga. Why? Bcz nasabah kan
nabungnya 10 taon, lha terus apa yang terjadi kalau si nasabah mogok nabung (gara-gara
bujukan teman yang bilang asuransi ga ada manfaatnya, misalnya) di taun pertama
kedua ato ketiga? Huph, saya ikutan ga enak dong karena ditaun-taun awal uang
investasi nasabah belum keliatan hasilnya, belom lagi masih dikurangi biaya
akuisisi. Well, lalu saya coba bandingkan dengan produk cicilan yang lamanya hampir
sama, misalnya kredit bank (10 atau 15 tahun kan??) entah untuk hutang atau
ambil property. Saya berpikir, apakah sales-sales kredit bank itu tahu dan
yakin bahwa semua orang yang mengambil kredit ditempatnya akan selalu mulus
sampai 15 tahun? Apakah mereka yakin tidak akan ada kredit yang macet (hellooww,
kredit macet di Indonesia ini jumlahnya udah gawat banget Guys!), then mengapa
mereka tega memasarkan produknya bahkan ke lapisan masyarakat yang hanya
pas-pasan saja? Saya rasa kita semua para sales (sales asuransi atau kredit
bank) selalu ingin nasabah usahanya sukses dan tidak pernah ingin ada nasabah
yang macet bayar. Kenapa kita tawarkan? karena kita ingin orang Indonesia semuanya lebih mapan secara financial (punya properti atau punya investasi). Lalu apa yang menyebabkan orang-orang lebih memandang sebelah
mata kepada para agen asuransi? Bukankah berinvestasi itu lebih terhormat
daripada berhutang? Kenapa orang Indonesia kok rasanya kalo ditawari hutang
lebih tertarik daripada investasi? :’(
Asuransi adalah sebuah “cara” untuk
memanage keuangan kita, tidak akan pernah bisa mengganti kerugian secara
sebanding, tidak akan bisa mengganti jiwa yang hilang, but life must go on. Pemulihan
secara financial agar keluarga tercinta tetap mendapatkan kehidupan terbaiknya,
mutlak diperlukan. Tolong percayalah, kita semua butuh asuransi
saudara-saudaraku..=’)